Dmagz Indonesia – Kegiatan kerjasama kolaborasi seni dan pertukaran budaya seniman Jerman dan Indonesia ini atas dukungan fasilitas budaya Internasional dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam program, Interaksi Budaya Internasional 2023 di beberapa tempat di Jerman, dan salah satunya berlangsung di Bavaria, Jerman.

Dalam kegiatan ini saling bertukar budaya antara kedua negara disalurkan dengan pampilkan pertunjukan kolaborasi performance art dengan tema Seni dalam Spirit Keberlanjutan Hidup & Thanksgiving.

Beberapa seniman yang terlibat dari kedua adalah Supriyati seorang Performance Artist asal Indonesia, dan seniman Jerman seperti Eva Warmuth, Regina Warmuth, Viola Livera, Annette Roggartz, Elisabeth Wehler, Bernhard Schwark.

Foto : Performance Supriyati, seniman Indonesia dan seniman Jerman saat Interaksi Budaya Internasional 2023 (Torsten Leukert)

Sebelum pertunjukan, seniman asal Indonesia, Supriyati, juga sempat menjelaskan Angklung dalam aspek historis dan budaya kepada semua pengunjung yang hadir. Bahwa, alat musik Angklung di Indoensia, pada awalnya dibuat oleh petani Indonesia untuk memikat Nyai Sri Pohaci, atau Dewi Padi yang dianggap sebagai Dewi Kesuburan untuk turun ke bumi dan menurunkan hujan agar tanaman padi mereka tumbuh subur dan diberkati panen yang melimpah. Para petani memainkan Angklung sembari mengiringi ritual tanam padi.