Dmagz.id – Indonesia memang memiliki tradisi dan budaya yang sangat beragam. Kemajemukan masyarakat yang ada di Indonesia menjadikan bangsa ini begitu kaya raya akan budaya dan kearifan lokal yang tidak dimiliki oleh masyarakat di belahan dunia manapun.

Seperti yang dilakukan oleh warga di Madura, tepatnya di Desa Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Warga di desa ini pada Senin sore melakukan sebuah ritual sedekah laut, atau jamak disebut oleh masyarakat pesisir di timur Madura ini sebagai tradisi “Petik Laut”.

Budaya dan tradisi ini merupakan tradisi turun-temurun yang selalu menjadi agenda  tahunan di daerah ini. Biasanya, warga akan bahu-membahu untuk menyelenggarakan acara ini. Mulai bergotong royong secara fisik, bahkan juga secara finansial.

Dalam penyelenggaraan tradisi inipun, ada beberapa rangkaian acara yang dilakukan hingga pada puncak acara yang berlangsung selama 2 hari berturut-turut. Mulai diawali dari Selamatan (doa bersama) pada jari pertama, dimana masyarakat berkumpul, membuat dapur umum untuk kebutuhan konsumsinya. Dilanjutkan pada mal harinya pembacaan “macopat“, sebuah cerita dan kisah Nabi Muhammad dengan teks Jawa dan diterjemahkan kedalam bahasa Madura dengan nada yang unik dan khas.

Harikedua rangkain acaranya adalah melarung sebuah miniatur perahu di tengah laut sebagai wujud syukur masyarakat kepada Tuhan, atas anugerah dari laut yang selama ini mereka dapatkan. Acara ini dimulai dengan pawai perahu dengan yang penuh hiasan, dan tentunya sudah dipersiapkan sebelumnya oleh para pemilik perahu. Dan malam harinya merupakan acara puncak yaitu hiburan. Hiburan ini akan di isi dengan menggelar kesenian khas masyarakat berupa ludruk. Antusiasme pengunjung pun biasanya saat pagelaran ludruk di malam terakhir. Ada banyak orang dari luar daerah juga akan hadir di puncak acara ini.

Seperti yang disampaikan Muzani, salah seorang tokoh masyarakat Pakandangan Tengah, bahwa acara ini selain memang sebagai wujud syukur masyakarat pesisir pada khususnya kepada Tuhan atas berkah mata pencaharian dari laut, acara ini juga bertujuan sebagai media untuk mempererat hubungan antar warga disini.

“Selain sebagai simbol rasa syukur, hal ini juga merupakan salah satu media untuk mempererat tali silaturahmi kami sebagai sesama pekerja nelayan disini”,  jelasnya.

LK-SURABAYA.