Dmagz.id – Ada yang luput dari perhatian kita ditengah hiruk pikuk isu politik dalam negeri jelang pilpres 2019.

Beberapa hari lalu, dan masih bergulir sampai hari ini isu tentang pembakaran bendera HTI yang digoreng sedemikian rupa oleh organisasi yang sudah dilarang di Indonesia bahkan di beberapa negara lainnya, dengan alasan yang relatif sama yaitu intoleran dan radikal, serta mengancam keamanan nasional negara yang ditinggalinya.

Hizbut Tahrir, memang dengan sangat masif mengelola isu agama menjadi sebuah komoditas provokasi mereka untuk menentang pemerintahan yang sah di suatu negara. Salah satunya adalah Indonesia.

Tapi, berbanding terbalik. Ternyata, tanpa hiruk pikuk di media, beberapa tokoh Islam sedang berada di tirai bambu, Republik Rakyat Tiongkok (RRC).
Beberapa tokoh terbang ke Tiongkok, dalam rangka belajar perkembangan Islam dan silaturrahmi kepada komunitas muslim di negeri panglima Cheng Hoo ini.

Salah satunya yamg ikut dalam romobongan ini adalah, Cheng Hoo Djadi Galajapo. Salah satu pelawak sekaligus budayawan Surabaya. Juga beberapa dari Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdhatul Ulama.

Di Tiongkok, direncanakan seluruh rombongan akan berkunjung ke beberapa masjid disana, serta bersilaturrahmi dengan komunitas muslim di negeri yang menganut komunis sebagai ideologi dasar negara.

Peradaban Tiongkok memang sangat layak dijadikan sebagai salah satu referensi untuk pembelajaran kita. Jelas cak Djadi saat dihubungi via WhatsApp. Kami sudah mengunjungi beberapa masjid disini, salah satunya adalah Phoenix Mosque, dan Masjid Jizhaoying. Alhamdulillah semua rombongan dalam keadaan sehat wal-afiat. Lanjutnya, Kamis (25/10/2018).