Dmagz.id (Surabaya) – Di masa pandemi yang tak kunjung selesai membuat sebagian besar pelaku usaha
merasakan dampaknya sehingga di tuntut untuk lebih banyak melakukan inovasi dan kreatifitas baru untuk bisa tetap bertahan. Salah Satunya Jungle Café Trawas yang mencoba bertahan. Bahkan, di buka pasca pandemi melanda, tak membuat kafe dengan pemandangan gunung Penanggungan ini justru berhasil dan bisa diterima dengan sangat baik, sehingga kehadirannya menjadi viral saat ini.

Danny Budiman Regional General Manager Whiz Jatim, menyampaikan bahwa tak ada yang pilihan, pandemi telah memaksa semua pelaku usaha untuk segera beradaptasi dan tentunya juga, tidak berhenti untuk selalu berupaya mengasah otak menciptakan inovasi dengan kondisi setengah pandemi untuk tetap bisa bertahan dan survive. termasuk management hotel miliknya.

Bulan Juli ini pihak management Whiz kembali melakukan terobosan baru, dengan membuka Jungle Camp Café dengan konsep baru berbentuk tenda. Selain nyaman, tempat ini juga menawarkan tempat yang unik dan bagus, serta instagramable.

Jungle Camp Cafe, salah satu inovasi Ehiz Jatim Ditengah Pandemi. (Foto Dmagz Indonesia)

Beberapa menu juga ditawarkan oleh kafe dengan lokasi terbuka ini, serta dengan jarak aman karena berupa tenda-tenda, yang setiap tenda bisa diisi dengan kapasitas terbatas. Kafe ini saat ini beroperasional mulai siang sampai malam.

Untuk kuliner, salah satu yang ditawarkan mereka adalah Mie Suii level. Mie ini menjadi salah satu menu andalan mereka, yang secara harga juga sangat terjangkau yaitu dibanderol hanya mulai dari harga 10 ribu per porsinya. Menyantap mie suci level ini akan melengkapi tujuan para pengunjung menikmati asri dan sejuknya suasana alam Trawas Mojokerto. Kedua Kafe tersebut, yaitu Jungle Cafe dan Jungle Camp Cafe lokasinya juga berada di area hotel bintang 4, Grand Whiz Hotel Trawas, yang telah bersertifikasi CHSE 100%.