Dmagz.id (Surabaya) – Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama di beberapa daerah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta, dan Jawa Timur.

Di Jawa Timur Kabupaten Bangkalan menjadi kluster baru Covid-19, yang akhirnya membuat pemerintah harus memberlakukan penyekatan di akses jembatan Suramadu, yaitu akses masuk dari Madura ke Surabaya. Hal ini bertujuan, mencegah semakin meluasnya penyebaran virus yang sudah merenggut banyak nyawa ini.

Sebenarnya, tentang antisipasi penyebaran virus yang semakin meluas, Indonesia ada baiknya belajar pada India, yang beberapa waktu lalu, juga diserang gelombang kedua corona virus.

Seperti yang disampaikan oleh Duta Besar India Untuk Indonesia H.E Manoj Kumar Bharti, dalam sebuah wawancara khusus yang kami kutip dari liputan6, dalma program The Ambassador, bahwa sebelumnya, Pemerintah dan masyarakat India yakin, bahwa telah keluar dari masa pandemi Covid-19, pada sekitar antara Januari hingga Maret 2021 lalu. Namun ternyata, menjadi tak terkendali pada bulan berikutnya.

“Tapi entah bagaimana, kita mungkin tidak tahu tentang gelombang kedua datang di bulan April, situasi mulai menjadi sangat serius di India,” ungkap H.E Manoj Kumar Bharti, Senin 21 Juni 2021.

Bahkan, Duta Besar India untuk Indonesia ini menyebut, bahwa pada bulan Mei 2021, tepatnya tanggal 10-11 Mei, India mencatat rekor tertingginya hingga rata-rata 415.000 infeksi setiap harinya. Hal ini disebabkan oleh tracing dini, dengan melakukan test setiap hari hingga mencapai 1,6 juta test.