Surabaya (13/11/22) – Pandemi selama dua tahun sebelumnya berimbas besar terhadap Industri makanan dan minuman (F&B) dan nyaris semua bisnis lain di dunia. Bahkan banyak industri bisnis harus babak belur untuk melalui 2 tahun pandemi. Industri F&B yang misalnya, harus mengikuti regulasi protokol kesehatan, salah satunya penjualan langsung yang dibatasi dengan limitasi jam buka dan jumlah pengunjung, akibatnya bisnis F&B harus berakrobat mencari cara untuk tetap mengamankan omzet dengan meningkatkan layanan pesan antar dan pengambilan mandiri (drive-thru). Tapi tentunya langkah ini tak cukup, ini berdampak pada anjloknya omzet, keputusan merumahkan SDM dalam jumlah besar, dan tak sedikit yang memilih tutup atau menjual usahanya, daripada bertahan.

Ini sejalan dengan data dari PHRI Jatim, yang mencatat bahwa sepanjang 2020-2021, sekitar 146 hotel dan 31 restaurant mengajukan tutup dengan sekitar 15.000 karyawan harus dirumahkan. Beberapa aset hotel juga dilepas, yaitu hampir 20 persen hotel berganti pemilik rentamg 2 tahun tersebut. Data lain juga mencatat bahwa café dan restoran non hotel terdampak dari sisi pendapatan yang melorot jauh hingga hanya 10-15 persen dibandingkan omzet sebelum pandemi. Setelah pembebasan jam buka dan jumlah pengunjung di awal 2022, omzet mulai kembali merangkak naik sebesar, yakni sekitra 20-30 persen.

Berangkat dari semangat tersebut dan untuk menghidupkan kembali bisnis F&B yang merupakan nyawa dari bisnis turisme nasional, PT Hardcorindo Semesta Jaya, produsen Friendship, menggelar kompetisi meracik cocktail untuk para bartender. Bartender seperti halnya juru masak, adalah representasi pahlawan di dunia F&B, tapi tidak seperti profesi juru masak (chef), masih kurang dirayakan keberadaannya. Padahal seperti makanan, minuman semestinya juga bisa menjadi kekuatan kuliner Indonesia.

Friendship sebagai minuman pendatang baru ingin memberikan kesempatan kepada para peracik minuman ini untuk bersinar dan dikenal secara nasional. Sinergi dengan bartender juga dipandang sebagai langkah tepat untuk memperkenalkan Friendship sebagai produk lokal minuman kreasi anak bangsa yang 100 persen dibuat di dalam negeri dengan ekstraksi biji kopi Arabika asli Indonesia.