Dmagz Indonesia – Dalam banyak hal, India dan Indonesia memiliki etos nasionalisme yang serupa yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” milik Indonesia danUnity in Diversity” milik India. India dan Indonesia juga merupakan dua negara besar di dunia yang berupaya mencapai kesejahteraan bagi rakyat mereka masing-masing dalam kerangka demokrasi.

Hubungan dua negara ini juga terdapat peningkatan konvergensi  antar-negara dalam bidang politik dan strategis, dimana India dan Indonesia mempunyai pandangan strategis yang sama, terutama mengenai Indo-Pasifik. India sangat percaya pada otonomi strategis dan multi polaritas yang sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Kedua negara memainkan peran penyeimbang dalam sistem internasional dan menyuarakan perdamaian, diplomasi, dan pembangunan di dunia.

Duta besar India untuk Indonesia menyampaikan bahwa dua negara ini memiliki kontak budaya dan peradaban yang erat selama ribuan tahun dan pengalaman kolonialisme yang sama.

“Kita memiliki keyakinan yang sama bahwa ini bukanlah era perang. Hubungan kita istimewa. Kita mendapatkan keuntungan dari kontak budaya dan peradaban yang erat selama ribuan tahun dan pengalaman kolonialisme yang sama. Hal ini membuat masyarakat kita menjadi lebih dekat satu sama lain”, jelas Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 dan Dialog Raisina di New Delhi, India (1-3 Maret 2023). (Dok : Istimewa)

lebih lanjut melalui siaran pers nya, Delegasi India tersebut menyampaikan bahwa, Pasca kemerdekaan,India dan Indonesia telah menjadi mitra alami dalam mengupayakan dekolonisasi dan peran negara-negara global south dalam urusan dunia.

“Diikat oleh “Semangat Bandung” India dan Indonesia terus menyuarakan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam tatanan internasional. Hubungan ini telah berkembang dari kita sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok dan Kerja Sama Selatan- Selatan menjadi Mitra Strategis Komprehensif yang menangani isu-isu global seperti perubahan iklim dan transisi energi. Belakangan ini, seringnya pertukaran kunjungan tingkat tinggi telah memberikan momentum bagi hubungan kita”, tambahnya.

Perdana Menteri India, Narendra Modi tercatat beberapa sudah pernah berkunjung dan berada di Indonesia pada tahun 2018 lalu. Juga saat menghadiri KTT Pemimpin G20 pada bulan November 2022 di Bali. Dan kemudian di Jakarta untuk KTT ASEAN-India pada bulan September 2023. Sebaliknya, Presiden Indonesia Jokowi juga tercatat pernah ke India untuk KTT G-20 Delhi.

Meskipun kedua negara sedang bertransformasi dengan cepat, terdapat kesamaan tujuan yang mencolok. India berupaya menjadi ‘Viksit Bharat’ pada tahun 2047 sedangkan Indonesia memimpikan ‘Indonesia Emas’, Indonesia emas pada tahun 2045, yang merupakan peringatan seratus tahun kemerdekaannya.