Dmagz.id – Ali Mochtar Ngablain merespon pernyataan dan puisi Fadli Zon. Politisi Golkar satu ini memang dikenal sangat kritis dan cenderung keras dan tegas dan to the point dalam berstatemen di media-media massa kepada lawan-lawan politiknya selama ini. Ia mengatakan bahwa Fadli Zon harusnya malu karena kesontoloyoan cara berpolitiknya.

“Malulah pada rakyat negeri ini. Anda dipercaya menjadi pimpinan lembaga terhormat tapi Anda sangat tidak terhormat dengan menggunakan lembaga DPR RI untuk menyebarkan fitnah dan kebencian,” ujarnya.
“Makan itu puisimu,” ceplos Ngabalin.
Dikutip dari Zamane.id

Sebelumnya, Fadli Zon membuat puisi Dalam puisinya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut ada genderuwo berewokan di Istana.
Puisi Fadli Zon :
“Ada genderuwo di istana
seram berewokan mukanya
kini sudah pandai berpolitik
lincah manuver strategi dan taktik”

Kepada beberapa wartawan, Ngabalin menolak dan merespon dengan keras bahwa itu ditujukan pada dirinya.

Ali Mochtar Ngabalin yang saat ini juga juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, menyatakan bahwa mungkin itu adalah Surya Paloh, sambil tertawa.

“Mungkin yang dia (Fadli Zon) maksud Pak Surya Paloh kali, hahaha…,” ucap Ngabalin menebak yang dimaksud oleh Fadli Zon adalah Surya Paloh, Ketua Umum Partai NasDem yang punya berewok ikonik.

“Saya tidak berewokan, saya berjenggot,” kata Ngabalin kepada detikcom, Senin (12/11/2018).

Dihubungi via telepon, saat dimintai tanggapannya salah satu sahabat Ali Ngabalin yang juga merupakan legenda radio Muklis Gumilang (Sersan Prambors), mengatakan saat ini semua politisi sedang memainkan peran sontoloyonya masing-masing. Sebagai rakyat yang waras, kita mesti menyikapinya dengan bijaksana. Jangan justru diolah menjadi sebuah alasan untuk terpecah belah.

“Politik itu guyonan, jadi santai saja menyikapi segala fenomena politik, apalagi ini memang tahun politik. Jelas Muklis, via telepon kepada Dmagz.id, Senin (12/11/2018).

Humor itu serius, politik itu dagelan. Jelasnya.

Dari berbagai Sumber.

LK-Surabaya