Dmagz.id – Prosentase kesembuhan untuk pasien yang terpapar virus corona (Covid-19) di Jawa Timur mencapai 22 orang. Angka tersebut setara dengan 21,3 persen dan tertinggi saat ini di Indonesia.

Kepala Rumpun Kuratif Gugus Penanganan Covid -19 Jawa Timur, dr. Joni Wahyudi,
mengatakan tingginya prosentase kesembuhan ini patut disyukuri dan menjadi inspirasi bagi pasien lain untuk juga sembuh.

“Hal yang patut disyukuri, karena akan membuat paramedis semangat untuk bekerja merawat yang sakit. Sementara yang sakit juga semangat untuk sembuh”, ujarnya.

Terhadap pasien yang meninggal menurut dr. Joni karena ada penyakit penyerta yang sudah kronis. Sehingga, hal ini semakin memburuk tatkala terinfeksi Virus Corona.

“Kematian pasien lebih diakibatkan karena ada penyakit penyerta. Karenanya, saya minta bagi masyarakat yang mempunyai penyakit kronis dan menahun untuk lebih mengisolasi diri dan selalu menggunakan masker dalam setiap aktivitasnya. Agar terhindar dari Covid -19”, ungkap Dirut RSUD Soetomo, Surabaya ini.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, menjelaskan bahwa terkait perkembangan pasien corona di Jatim, yang positif Covid-19 sebanyak 103 orang per tanggal 02 April 2020. Angka ini sama dengan sehari sebelumnya, sedangkan untuk yang PDP ada kenaikan dibandingkan dengan kemarin.

Bila kemarin angka PDP 536 orang, saat ini menjadi 686 orang. Sedangkan untuk ODP juga naik menjadi 8.395 orang. Padahal sebelumnya yang ODP 7.328 orang.

“Positif datanya seperti yang kemarin kita publish 103 orang yang terkonfirmasi positif, 686 orang yang terkonfirmasi PDP”, tambah Khofifah Indar Parawansa.

Kemudian karena penelusuran yang dilakukan petugas meluas, sambung Khofifah, maka data ODP-nya 8.395 orang. Dari jumlah warga yang positif Covid-19, sehingga yang sembuh ada 22 pasien. Ini setara dengan 21,3 persen.

“Dan yang meninggal ada sebelas orang setara dengan 10,6 persen. Untuk daerah zona merah kemarin ada tambahan Nganjuk yang sudah masuk pada daerah terjangkit”, paparnya lagi.

Lebih lanjut Khofifah mengimbau warganya untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan namun tanpa diikuti kepanikan. Serta meminta masyarakat agar tetap berada di rumah.

“Di rumah akan memberikan keamanan dan perlindungan bagi mereka, kecuali yang ada kepentingan apakah logistik apakah kesehatan ataukah perdagangan”, tutur mantan Menteri Sosial ini.

Lebih lanjut Pemprov Jatim juga telah menyiapkan 14.438 Dokter, diantaranya152 Dokter Spesialis Paru, dan perawat sebanyak 33.370 orang untuk menangani pasien yang terkena Covid-19. Selain itu, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan 2.351 bed yang tersebar di 75 rumah sakit rujukan di Jawa Timur.

LK-SURABAYA.