Dmagz Indonesia – Jawa Tengah akan memiliki lokomotif ekonomi kreatif di kalangan anak anak muda berbentuk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs Jawa Tengah.

GEKRAFS merupakan Organisasi yang menitik beratkan pada gerakan perjuangan dan menyuarakan kepentingan para pelaku industri kreatif. Gekrafs didirikan pada tahun 2018 oleh lima founder yaitu, Kawendra Lukistian, Laja Lapian, Yanti Adeni, Erwin A Soerjadi dan Sandiaga Uno yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS.

Menurut nomenklatur Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang termasuk ekonomi kreatif adalah jenis usaha atau profesi/pekerjaan yang termasuk diantaranya, Pengembang Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Musik, Seni Rupa, Desain Produk, Fesyen, Kuliner, Film, Animasi dan Video, Fotografi, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Kriya, Periklanan, Seni Pertunjukan, Penerbitan, dan Aplikasi.

Organisasi ini juga diketahui sebagai inisiator di tetapkannya Hari Ekonomi Kreatif Nasional oleh pemerintah, melalui perjuangan panjang selama 15 bulan, dimana akhirnya tanggal 24 Oktober oleh pemerintah atas persetujuan DPR RI di tetapkan sebagai Hari Ekonomi Kreatif Nasional.

Berdasarkan informasi dari DPP Gekrafs, diberitakan bahwa per tanggal 24 Oktober 2023, telah diberikan Surat Keputusan DPP Gekrafs kepada Berty Diah Rahmana sebagai Ketua Formatur dengan kewenangan membentuk kepengurusan DPW GEKRAFS Jawa Tengah.

Sosok Berty Diah Rahmana sendiri dikenal sebagai Notaris atau Pejabat Pembuat Akta muda, yang juga memiliki beberapa usaha terkait ekonomi kreatif. Diantaranya tempat nongkrong dan makan anak anak muda Semarang yaitu GulDip (Gule Diponegoro) yang terletak di Jalan Pemuda no 11 Semarang. Seperti diketahui Guldip diresmikan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno pada tanggal 14 September 2023 lalu.