Dmagz.id – Pemilihan Ketua Mahkamah Agung digelar hari ini, Senin (06/04/2020). Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung dijabat oleh Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali. SH,. MH., sejak 2012 lalu. Prof. Hatta Ali telah menjabat sebagai Ketua MA selama dua periode, yakni pada 2012 – 2022. Dan karena sudah memasuki masa pensiun, maka harus dilakukan pemilihan Ketua Mahkamah Agung yang baru untuk menggantikan posisinya.

Penyelenggaraan pemilihan ditengah wabah Pandemi saat ini, semua proses pemilihan akhirnya hanya digelar terbatas. Namun, tetap terbuka untuk umum dengan mekanisme live streaming via platform online, yang memungkinkan masyarakat luas juga bisa mengikuti proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung.

Bahkan, beberapa tokoh di Surabaya dengan sangat antusias mengikuti setiap jalannya proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung, yang menetapkan Dr. Muhammad Syarifuddin terpilih sebagai Ketua Mahkamah Agung yang baru.

Hakim Agung terpilih ini menyatakan optimismenya, bahwa visi dan misi untuk “Mewujudkan Badan Peradilan yang Agung” akan terwujud, bahkan sebelum tahun 2035 seperti yang di rencanakan.

“Saya yakin visi kita mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung tidak perlu menunggu tahun 2035 akan bisa kita capai,” ujar Syarifuddin dalam sidang paripurna khusus, di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.

Dr. Syaiful Ma’arif, SH., MH., Pemilik firma Hukum SM&P Law Office & Partner, juga mengikuti jalannya pemilihan di ruang kerjanya yang terletak di Jl. Juwingan No. 120, Surabaya. Salah satu alumnus Fakultas Hukum Unair ini juga menyampaikan bahwa proses pemilihan berjalan sangat ketat.

“Berlangsung 2 putaran mas, sementara Pak Syarifuddin mendapatkan 22 suara, dan  Andi Samsan 14 suara”, jelasnya saat penghitungan suara putaran pertama selesai dilakukan.

Menurutnya, hal tersebut akhirnya memang harus dilakukan ke proses pemungutan suara kembali di putaran kedua. Hal ini karena acuannya adalah syarat dari pasal 7 huruf e tentang Tata Tertib Pemilihan Ketua MA, yang mengharuskan minimal perolehan suara adalah 50 persen + 1 suara, baru bisa dinyatakan menang.

Namun, salah satu lawyer asal Madura ini menyampaikan bahwa, proses pemilihan sangat terbuka. Dengan fasilitas digital, saat ini justru mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Lebih lanjut Dr. Syaiful Ma’arif, juga menyampaikan selamat kepada Hakim Agung yang sudah terpilih, dan menyampaikan harapannya, agar tugas yang akan diemban kedepannya akan berjalan lancar.

“Saya sampaikan ucapan selamat buat bapak yang mulia Dr. Syarifuddin, MH., MH. Atas terpilihnya sebagai ketua Mahkamah Agung periode 2020 -2025“, ungkapnya.

Bahkan dirinya bangga, karena proses berjalan dengan sangat terbuka.

“Semoga Dr. Syarifuddin bisa menjalankan amanah dengan sempurna, dan meningkatkan kualitas Mahkamah Agung dalam sistem peradilan modern di Indonesia”, ungkapnya lagi.

Yang menarik, menurut alumnus Fakultas Hukum Unair Surabaya ini adalah, sportifitas dan teladan ketua Mahkamah Agung sebelumnya, Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali. SH,. MH. Ketua Wali Amanat Universitas Airlangga Surabaya ini menunjukan sikap bijaksananya dengan netral, dan tidak memilih salah satu diantara calon yang sedang memperebutkan posisi yang sedang di embannya saat itu.

LK-SURABAYA.