Dmagz.id – Potensi pariwisata di Jawa Timur, serta beberapa pernak-pernik pendukung seperti pakaian dan alat-alat outdoor di sangat menjanjikan. Hal ini, menarik para pelaku Industri Pariwisata khususnya yang berbasis outdoor, menggelar Indofest 2019 di Surabaya mulai tanggal 07-10 November 2019 di Jatim Expo Surabaya.

Aurora Ivonia Ketua Pelaksana Indofest 2019 menjelaskan bahwa, Indofest 2019 merupakan ajang pameran produk lokal dan import berbagai jenis barang untuk kegiatan outdoor.

“Pameran kali ini sengaja dilakukan diluar Jakarta, karena ada potensi pasar yang besar di Jawa Timur. Hal ini juga tidak lepas dari optimalisasi Dinas Pariwisata Jawa Timur dalam mengembangkan berbagai jenis wisata alam”, ujar perempuan manis ini.

Dari kegiatan pameran berskala nasional ini, diikuti oleh sekitar 107 peserta dari dalam, dan luar negeri. Pameran ini akan berlangsung selama 4 hari di Jatim Expo Surabaya. Untuk target sendiri, pelaksanaan event ini diharapkan bisa mencapai nilai transaksi sebesar 25 milyar rupiah, dan menargetkan 40 ribu pengunjung.

“Berdasarkan pengalaman sebelumnya, target  transaksi 25 milyar optimis kami capai karena animo yang sangat luar biasa dari masyarakat Jatim di Indofest 2019”, lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Budaya Dinas Pariwisata Jawa Timur, Handoyo, berharap kegiatan tersebut bisa sinergi dengan pengembangan wisata yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di Jawa Timur khususnya. Dengan adanya pameran tersebut Handoyo optimis bahwa ke depan industri pariwisata Jawa Timur denhan dukungan para pelaku usaha outdoor akan maju pesat.

“Pemprov Jatim menyambut baik ajang pameran industri wisata outdoor, karena ini akan mendorong pengembangan wisata makin optimal karena, berbagai produk yang dibutuhkan tidak harus dicari jauh-jauh. Cukup lewat pameran ini, kita berharap tahun depan ajang seperti ini bisa kembali di gelar di Jawa Timur”,  harap Handoyo.

Indofest 2019 Surabaya sekaligus juga menjadi ajang kampanye untuk kelestarian alam dan lingkungan serta keselamatan diri dan penghormatan terhadap kearifan lokal dan budaya lokal sebagai wujud kecintaan para pelaku usaha terhadap tanah air Indonesia.

LK-SURABAYA