Dmagz.id – Perda Syariah yang akhir-akhir ini jadi polemik, ditanggapi oleh Putri pertama dan kedua Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa Wahid dan Yenny Wahid.

Putri pertama mendiang Gus Dur ini menilai, bahwa perda berbasis agama memang begitu problematik dan rentan diskriminasi. Justru Putri pertama Gus Dur ini meminta publik untuk memahami konteks masalah yaitu efek diskriminasi tentang Perda Syari’ah atau Perda Injil.

pada akun Twitternya, @AlissaWahid menulis :
“Ini efek demokrasi diterjemahkan jadi mayoritarianisme. Perda Syariah memang problematik karena ia hanya memberikan ruang bagi 1 golongan, tidak bisa berlaku bagi WNI secara umum.” Tulisnya. Lebih lanjut Alissa Wahid menjelaskan, “Makanya rentan diskriminasi. Nah, fokus kita ada di efek diskriminasi tsb.” Jelasnya.

Alissa Wahid beranggapan perda syariah hanya akan mengakomodir kebutuhan satu golongan saja. Tidak secara umum.

Foto : Keluarga Mendiang Presiden Keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid Atau Gus Dur.

Lebih detail, Alissa Wahid menambahkan,
“Saya lengkapi ya. Perda Syariah dan perda berbasis kepentingan KELOMPOK agama lainnya. Sama-sama mayoritarianistik, karena melayani satu golongan saja, yang biasanya mayoritas.” Tulisnya.

Tapi, putri Gus Dur ini sepakat bahwa mengaplikasikan dan mengimplementasikan syari’at itu bagus dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu yang memang menjadi nilai perjuangan para ulama dari dulu. Tapi, tidak meminta syari’at itu diformalkan.
“Tetapi beliau-beliau tidak minta diformalkan, justru harus diinternalisasikan sebagai etika moral. Contohnya fatwa NU tentang Darussalam tahun1935,” sambung Alissa Wahid.

Sedangkan adiknya Yenny Wahid terlihat lebih berhati-hati menanggapi isu ini. Yenny Wahid beralasan bahwa dirinya belum mendapatkan informasi yang utuh terkait polemik yang menyeret nama Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dilaporkan ke polisi terkait pidatonya disaat peringatan partainya di ICE BSD Tangerang yang keempat, Minggu (11/11/2018) sebelumnya.
Dikutip dari Tempo.co Yenny Wahid menyatakan akan melihat dan mempelajari masalah ini lebih dulu.
“Saya baru pulang dari Prancis,” kata Yenny dalam konferensi pers Deklarasi Perempuan Tangguh Pilih Jokowi atau Pertiwi di rumah pemenangan Jokowi Center di Jalan Mangunsarkoro 69, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 17 November 2018. Yenny berjanji akan melihat kasus itu lebih dulu.
Namun ia menegaskan sikapnya tak mendukung peraturan yang dinilainya diskriminatif. “Sikap kami sudah jelas.”

Namun, kedua kakak beradik putri Presiden keempat Indonesia ini sepakat bahwa, tidak boleh ada diskriminasi dalam hal penerapan aturan di Indonesia.

Seperti yang sudah banyak diberitakan sebelumnya, Perda Syari’ah menjadi polemik karena Grace Natalie (Ketua Umum PSI), dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Sekretaris Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, Jumat (16/11/2018). Grace dilaporkan atas dugaan tindak pidana penistaan agama.

LK- Surabaya.