Dmagz.id (Surabaya) – Tak bisa dipungkiri, Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih lama dati prediksi, berdampak pada penurunan ekonomi masyarakat. Termasuk petani dan penjual bunga. Salah satunya di Desa Banyuurip, Gresik. Karena alasan tersenut pula ynag mendasari salah satu Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk mengembangkan “Pusat Wisata Edukasi Holtikultura”.

Rencana ini digagas secara serius oleh beberapa orang yang tergbung dalam satu team, yang melibatkan Dr. Sumiati, MM. sebagai anggota, dan diketuai oleh Dosen Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Dr. Siti Mujanah, MBA. Ph.D. melibatkan Dr. Sumiati, MM. serta juga berkolaborasi dengan dosen Universitas Dinamika – Candraningrat SE. M.SM.

“Selama masa pandemi, pesanan bunga banyak datang melalui online, namun pasca pandemi permintaan bunga justru mengalami penurunan”, ungkapnya.

Dalam mengembangkan desa wisata edukasi ini, Siti menjelaskan banyak dukungan datang dari berbagai pihak, salah satunya teamnya menerima pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek RI.

“Kami berhasil lolos untuk skema Riset Keilmuan dalam program eRispro (Riset Inovatif Produktif)”, tambahnya.