Surabaya, 19 September 2021 – Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, menimbulkan banyak spekulasi beragam dari masyraakat dunia, khususnya di Indonesia sendiri. Sejak awal kemunculannya, beberapa masyarakat sangat percaya, namun juga masih banyak orang yang menganggap Covid sebagai konspirasi belaka.

Hal inilah yang menarik minat salah satu akademisi Untag Surabaya untuk mendalami persoalan ini. Keberagaman persepsi menggugah Ananda Sa’adatul Maulidia, S.Psi., M.Psi. untuk meneliti hal tersebut dan menjadikan hal tersebut sebagai topik tesis dengan judul “Hubungan Kepercayaan Politik dan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Keyakinan Teori Konspirasi COVID-19″.

Ananda mengaku ide penelitian ini berawal dari observasinya pada lingkungan sekitar dan diskusi seputar virus asal Wuhan ini.

“Ternyata pandangan mereka begitu beragam dan banyak juga yang masih menganggap bahwa COVID-19 bagian dari konspirasi,” katanya.

Masih menurut Ananda, bahwa hal tersebut sangat menarik diteliti, karena ternyata yang memunculkan keyakinan konspirasi bukan hanya dalam hal politik, tapi juga masalah kesehatan.

“Hal ini tentunya menarik untuk diketahui lebih lanjut, sebab biasanya keyakinan konspirasi hanya ditemukan untuk permasalahan politik, tapi ternyata dalam permasalahan kesehatan juga bisa ditemukan,” tambahnya.

Penelitian Ananda akhirnya berhasil mendapatkan predikat Tesis Menarik dari Program Studi Magister Psikologi Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.