Surabaya, 26 November 2021 – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus dilakukan demi tercapainya kesejahteraan para pegiat industri terus melakukan revitalisasi Industri Kecil Menengah (IKM). Dan saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara sebagai eksportir produk kulit, berada pada urutan ke-4 di dunia sebagai eksportir produk kulit, alas kaki dan barang jadi kulit.

IKM Tanggulangin, Sidoarjo, sebagai salah satu pusat industri kulit, alas kaki, dan barang jadi kulit, juga terus didorong eksistensinya melalui pelatihan pemasaran digital, bahkan sejak tahun 2020 yang lalu. Pengoptimalan pelatihan pemasaran digital dilakukan karena melihat industri kulit, alas kaki dan barang jadi kulit, memiliki potensi yang besar untuk Indonesia. Terbukti pada Agustus 2020, nilai ekspor lebih besar dari nilai impornya yaitu sebesar US$ 255,86 juta.

Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, E Ratna Utarianingrum, menyampaikan bahwa Kemenperin terus melakukan berbagai program untuk pengembangan Sentra IKM Tanggulangin.

Pada tahun ini, para anggota IKM Tanggulangin dan anggota Koperasi INTAKO kembali memperoleh pendampingan dalam pemasaran digital, literasi tren produk dan optimalisasi digital marketing tool melalui digital ads dan virtual event.

Bahkan, tak hanya soal literasi dan pengembangan kualitas sumber daya manusianya, pembenahan fasilitas juga akan dilakukan, seperti pengadaan jaringan internet untuk mendukung pemasaran digital, kolaborasi dengan brand lokal dan event, serta penempatan mentor-mentor yang bisa mendampingi secara berkelanjutan.

“Peningkatan transaksi e-commerce tersebut menjadi cerminan bahwa digitalisasi UMKM sangat penting, apalagi mengingat ekonomi dan keuangan digital di tengah Covid-19 tumbuh sangat cepat. Untuk itu sebagai pelaku IKM/pengusaha, kita harus mampu beradaptasi dengan situasi terkini, serta harus mau berubah atau jika tidak maka kita akan semakin tertinggal”, jelasnya.