Dmagz.id (Surabaya) – Inovasi menjadi sebuah keniscayaan bagi sebuah bisnis atau usaha. Selain untuk bisa terus menguatkan eksistensi produk atau jasanya, inovasi juga menjadi nadi dan nafas sebuah usaha dan bisnis, dimana hal tersebut juga menjadi tolak ukur ditengah kompetisi usaha yang ketat seperti saat ini. Menjadi lebih berat, ditengah-tengah kondisi pandemi seperti sekarang. Hal tersebut, yang disampaikan oleh General Manager Whiz Jatim, Dany Budiman di sela bincang-bincangnya dengan kami, di sela pembukaan perdana Jungle Camp, yang juga merupakan salah satu inovasi dan terobosan baru Jungle Cafe, yang akhir-akhir ini menjadi primadona tempat wisata kuliner di Tawas, Mojokerto.

“Kami selalu berusaha untuk tidak menyerah, apapun yang terjadi. Hal tersebut menjadi komitmen kami, tentunya dengan segala penyesuaian yang harus kami juga adaptasi”, jelasnya.

Jungle Cafe sendiri, baru dirilis sekitar setahun yang lalu, tepat setelah pandemi melanda. Bahkan, menurut pria kelahiran Surabaya ini, Jungle Cafe adalah sebuah berkah ditengah pandemi. Bagaimana tidak, pasca pandemi melanda, para pelaku usaha pariwisata dipaksa memutar otak, bagaimana beradaptasi sekaligus juga dituntut berinovasi. Hal tersebut, diakuinya bukanlah hal yang mudah. Ia sendiri mengakui bahwa, diawal pandemi, ia dan team sempat pesimis, karena tak mudah untuk baginya untuk memutuskan sesuatu, ditengah kondisi ketidakpastian akibat pandemi.

“Bahkan, untuk memprediksi bagaimana kedepan, saya tidak cukup berani”, ungkapnya.

Namun menurutnya, justru karena ragu dirinya akhirnya berani berhitung, tentang beberapa peluang yang harus diambilnya, sebagai konsekuensi seorang pemimpin.

“Saya lebih takut dan khawatir, arek-arek (anak buahnya : red) gak bayaran mas, ketimbang membayangkan kegagalan prosesnya”, jelasnya.