Hal tersebut pula yang memacu adrenalinnya untuk yakin dan percaya bahwa, usaha yang dimulai nantinya akan berhasil, walau harus dimulai dari titik yang berat.

“Saya selalu percaya, bahwa akna selalu ada hasil dalam sebuah proses, sekecil apapun itu”, tegasnya.

 

Seperti diketahui, dimasa pandemi ini salah stau sektor paling terdampak adalah dunia pariwisata. Beberapa harus tiarap untuk sementara waktu, namun tak sedikit pula yang akhirnya terus berjuang untuk bisa bertahan. Diantara ynag bertahan, dna terus berusaha berinovasi sampai saat ini adalah Grand Whiz Hotel Trawas, Mojokerto. Pada masa pandemi, hotel yang berhadapan langsung dengan gunung Penanggungan ini memiliki terus beradaptasi untuk bisa bertahan. Salah satunya, dengan membuka Jungle Cafe, yang tentunya juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk para tamu yang datang, termasuk juga seluruh karyawannya. Bahkan, Jungle Cafe kembali menambah beberapa spot baru bernama Jungle Camp, dimana para pengunjung bisa dengan nyaman menikmati kuliner, sudah dengan penerapan prokes ketat. Walaupun, saat dibuka pertama kali pada Kamis kemarin (15/07/2021) Jungle Camp masih menerapkan hanya untuk pesan antar saja, karena masih dalam kondisi PPKM Darurat yang diberlakukan oleh pemerintah.

“Karena masih dalam masa PPKM Darurat, sata ini kami masih melayani hanya khusus untuk pesan antar saja. Tapi, setelah itu, pengunjung bisa kembali menikmati Jungle Cafe, juga Jungle Camp yang baru ini”, tutup Dany. (Lk-Surabaya)