Dmagz.id (Surabaya) – Setahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 05 Agustus 2019 The Union Territory (UT) of Jammu and Kashmir di India dibentuk. Alhasil ada grafik positif yang bagi masyarakat di daerah Kashmir India ini.

Dilansir dari deccanherald.com menyatakan bahwa, sampai hari ini, setidaknya hingga pertengahan Juli 2020, orang-orang Kashmir menjadi lebih berbahagia, tampak senyuman di wajah anak-anak. Perdana Menteri Narendra Modi, menegaskan, pemerintahnya berkomitmen untuk bekerja bagi kesejahteraan rakyat Jammu dan Kashmir.  Administrasi pada wilayah Union Territory telah mengadopsi dan menerapkan banyak langkah-langkah kesejahteraan untuk kemajuan rakyat.  Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintahnya yang menginginkan kesejahteraan bagi setiap warga yang ada di daerah tersebut.

Bahkan, Modi juga mengatakan bahwa Kashmir adalah permata mahkota India dan pemerintah memiliki kepercayaan pada orang-orang lembah di mana berbagai langkah pembangunan sedang diambil.

Bentuk komitmen ini menurut Modi, di implementasikan dalam beberapa program postif, misalnya adalah membuat sistem Administrasi yang baik, pada wilayah Union Territory. Yaitu, yang mengadopsi serta menerapkan langkah-langkah dengan orientasi kesejahteraan bagi kemajuan masyarakat disana. Contohnya adalah, dengan berepa program social seperti, skema pensiun hari tua, beasiswa untuk siswa berprestasi, nutrisi tambahan bagi ibu hamil dan menyusui, serta menjaga ribuan anak tetap aman dan sehat di panti asuhan umum maupun swasta, telah dimulai secara hati-hati dan menyeluruh.

Juga misalnya, semua penduduk bisa mendapatkan manfaat dari asuransi kesehatan medis yang komprehensif dan gratis. Hasilnya adalah terjadinya kenaikan drastis pada indeks kebahagiaan di wilayah tersebut, yang sebelumnya seringkali hanya diberitakan sebagai wilayah yang terkenal dengan tindak kekerasan. Secara statistik, lebih dari delapan ratus ribu orang telah mendapat manfaat dari dana pensiun yang didistribusikan di bawah Skema Jaminan Sosial Terpadu/Integrated Social Security Scheme (ISSS). Dian di divisi Kashmir, tercatat 320.000 penerima bantuan. Sementara 170.000 orang lainnya, 85.000 orang di antaranya berasal dari Kashmir, telah ditambahkan ke dalam daftar penerima manfaat tahun ini.

Sedangkan bagi mereka yang belum dicakup dalam skema tersebut, telah dimasukkan dalam Program Bantuan Sosial Nasional/National Social Assistance Program (NSAP), sebuah skema yang disponsori secara terpusat, di mana dana pensiun secara langsung dikirimkan ke masing-masing rekening bank penerima bantuan. Setidaknya sudah ada lebih dari 150.000 orang telah mendapat manfaat dari skema ini. Penerima manfaat juga telah diberikan tambahan 500 Rupee per orang di luar dana pensiun reguler mereka tahun ini. Penerima manfaat termasuk para janda dan penyandang cacat.

Kedepannya, Cakupan program sedang ditingkatkan sehingga dapat menjangkau 130.000 orang lagi. Diantaranya yang terdiri dari para janda, warga negara senior, dan orang-orang yang cacat fisik dalam jumlah besar di wilayah Union Territory. Jumlah penerima manfaat sekarang mencapai 742.950 orang, agar bisa mendapatkan manfaat yang lebih baik lagi kedepannya.

Sedangkan dari sisi Pendidikan yaitu program beasiswa. Ada peningkatan 250 persen pada siswa dengan kondisi tersebut yaitu lebih dari delapan ratus ribu siswa di Union Territory. Hingga saat ini, sekitar enam ratus ribu beasiswa telah diberikan kepada siswa pra dan pasca Matric. Bahkan, selama pandemi Covid-19, pihak berwenang setempat dengan cepat membagikan masker, sanitizer dan barang-barang untuk cuci tangan bagi anak-anak.  Komisi khusus juga telah dibentuk untuk memantau kesehatan anak-anak ini dan memastikan akses medis yang mudah untuk perawatan dan nutrisi sehat bagi mereka.