Dmagz.id (Surabaya) – Peduli dengan gerakan membaca, Komunitas Sedulur Saklawase Surabaya yang berangggotakan eks relawan Jokowi, menyalurkan bantuan buku bacaan untuk Desa Pager Wetan Kecamatan Purwosari Kabupaten.

Keberadaan Desa Pager Wetan ini cukup menarik. Abdul Rozak Kepala Desa setempat menyampaikan bahwa desanya tengah berupaya menjadi desa ramah anak. Salah satunya dengan cara mengajak anak- anak untuk gemar membaca dan tidak bergantung pada HP. Abdul Rozak juga menyampaikan, selain itu di desa tersebut juga disediakan aneka mainam anak tradisional. Sehingga anak anak akan bisa bermain bersama dan tidak menjadikan HP sebagai alat permainan tunggal yang bisa membuat anak menjadi individualistis.

“Kita saat ini tengah mengupayakan desa ini menjadi desa ramah anak. Taman bacaan dan aneka permainan tradisional kita siapkan, agar anak anak bisa menikmati dunianya yaitu bermain dan membaca, dan tidak bergantung pada HP”, ujar Abdul Rozak.

Upaya tersebut menurut Abdul Rozak mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Bahkan masyarakat bergotong royong untuk membuat taman bacaan dan tempat bermain. Selain itu, juga membuat sanggar melukis dan menari.

“Semua dikerjakan bersama-sama. Kita tidak mengeluarkan anggaran sama sekali. Semua berasal daru warga”, tambah Abdul Rozak.

Sementara itu aktivis peduli anak Desa Pager Wetan Niken Kusumawati menuturkan, ada kegelisahan saat menyaksikan anak-anak sibuk dengan gadgetnya. Karena tampilan di gadget bisa juga menyesatkan anak-anak jika tidak ada pengawasan. Karenanya dia bersama para pemuda di desa tersebut menginisiasi wadah kegiatan untuk anak-anak, seperti taman bacaan, tempat bermain, sanggar melukis dan juga menari. Diharapkan tempat-tempat tersebut menjadi arena untuk mengembangkan bakat anak-nak di Desa Pager Wetan.

“Kita berusaha saja bagaimana anak – anak tetap mempunyai dunianya yaitu bermain. Kita juga ingin ada keseimbangan untuk anak-anak antara menggunakan gadget dan bermain. Jangan sampai kemudian hidup mereka dikuasai gadget, bahaya karena ada dampaknya”, ungkap Niken Kusumawati.