Faktor yang paling penting, yakni semua usaha itu dilakukan dalam sebuah wadah berbentuk kelompok agar lebih mudah memantau, mendampingi, dan efisien dalam praktik pelaksanaan.

Teguh Gunarko Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, pada acara ini menerangkan potensi pertanian Kabupaten Mojokerto. Dari luas lahan sawah sejumlah 36.271 ha, ada beberapa catatan menarik terkait capaian pertanian salah satunya pada tanaman padi. Teguh menyebut telah terjadi peningkatan sebesar 37 persen atau tepatnya 16.629 hektar, dibandingkan luas tanam tahun 2019 lalu.

Kebutuhan beras pun tercatat mengalami surplus 52.127 ton, dengan produksi sebanyak 179.621 ton, dan kebutuhan konsumsinya sebanyak 127.494 ton. Demikian juga dengan tanaman jagung, yang mengalami kenaikan 20 persen atau seluas 4.512 hektar.

“Kami harap acara pemantapan stakeholder ini, menjadi moment penting dan strategis, untuk mengomunikasikan dan berkoordinasi tentang pembangunan di bidang pertanian,” kata Teguh dalam laporan sambutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Kepala BPTP Kementan RI di Jatim Catur Hermanto, Perwakilan Produsen Pupuk Petrokimia beserta Distributor, Pengurus KTNA Kabupaten Mojokerto dan pengurus Gapoktan serta para penyuluh pertanian. (Lk-Surabaya)