Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeko Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menambahkan, penghargaan ini diberikan untuk proses perencanaan dan hasil dari sebuah perencanaan. Dia menyebut, dalam perencanaan, Pemkot Surabaya selalu menyelaraskan program pemerintah pusat yang diturunkan kepada pemprov yang dianut oleh pemkot.

“Sehingga kami (pemkot) tidak berjalan sendiri. Dari situ lah kita menjawab dengan kegiatan program dan hasilnya selaras dengan apa yg mau dituju oleh provinsi maupun nasional,” kata Febri.

Febri mencontohkan, seperti misalnya program pemulihan ekonomi. Dimana dalam program tersebut, Pemkot Surabaya melakukan pengembangan yang hasilnya menjawab dari problem itu. Alhasil, dari perencanaan yang dibuat, pemkot dua kali berturut-turut menyabet Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Jatim.

“Alhamdulillah tahun lalu kita juga menerima penghargaan yang sama. Intinya singkronisasi dan keselarasan program dengan pusat dan provinsi,” pungkasnya. (Lk-Surabaya)