Dmagz.id (Surabaya) – Himawan Estu Bagijo, Pjs Bupati Mojokerto meninjau langsung kondisi UPT Puskesmas Kecamatan Sooko, usai salah satu naerawatnya dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 pekan lalu.

Sesuai pantauan di lapangan, didapatkan informasi bahwa pelayanan puskesmas Sooko tidak sepenuhnya ditutup. Melainkan dibatasi jam operasionalnya yakni mulai pukul 07.30 pagi hingga 12.00. Sementara, untuk layanan sore dan malam ditiadakan. Selain itu, juga diberlakukan sistem shift dan work from home (WFH) bagi para pegawai dan nakes yang bertugas. Peraturan ini, juga berpengaruh pada pelayanan yang hanya berlaku untuk pasien rawat jalan.

Pjs Bupati Mojokerto dalam kunjungannya, bertemu langsung Plt Kepala UPT Puskesmas Sooko Raudotur Rofik yang juga merupakan penyintas Covid-19. Dirinya mengaku sempat menjalani perawatan di Puskesmas Gondang (Khusus OTG), hingga dinyatakan berhasil sembuh. Pjs Bupati Mojokerto menginginkan Roudotur menjadi bagian dari agen perubahan dalam usaha penyembuhan psikologi (psychological healing) terkait Covid-19 bagi masyarakat.

“Psikologi healing ini artinya penyembuhan secara psikologis, atau untuk mengurangi trauma pasien. Selain itu, ini upaya untuk menanamkan keyakinan jika kita patuh terhadap protokol kesehatan dan proses recovery, tidak perlu takut dan panik. Itu perlu disampaikan secara luas,” ungkap Pjs Bupati Himawan Estu Bagijo, Senin siang (26/10/2020).

Himawan pada kesempatan ini juga turut memberikan semangat kepada nakes sebagai garda depan penanganan pasien Covid-19.

“Tetap semangat dan sabar. Bagaimanapun keadaannya, ini sudah bagian dari konsekuensi pekerjaan kita. Terima kasih telah menjadi bagian dari proses pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Saat melakukan kunjungan, UPT Puskesmas Sooko juga tengah mengadakan pengajian khataman Al Quran. Selain dalam rangka memperingati tujuh harian nakes yang telah wafat, juga sebagai sarana memanjatkan doa bagi para nakes, agar dapat senantiasa sehat dan selamat.

==