Surabaya 08 Oktober 2021 – Sebagai upaya mempercepat elektrifikasi pulau-pulau yang ada di Kabupaten Sumenep, PLN gelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Saat ini PLN telah melistriki 16 pulau dari total 48 pulau berpenghuni di Kabupaten Sumenep. 8 Pulau diantaranya menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 8 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dan 1 kabel laut di Talango.

“Saat ini kami sedang dalam proses melistriki secara bertahap ada yang selesai tahun ini dan rencana tahun depan. Ada juga rencana pembangunan 6 PLTS, 1 tower transmisi menyebrang laut antara Kangean dan Mamburit, dan lainnya masih dalam tahap pembebasan lahan,” terang General Manager PLN UID Jawa Timur, Adi Priyanto.

Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa, Hadi Saputra menambahkan, pembebasan lahan diutamakan karena bagian penting pembangunan pembangkit di pulau-pulau, untuk pembangunan PLTS akan dilakukan dengan pembangunan bertahap. Saat ini PLN juga tengah bekerjasama dengan Politeknik Negeri Malang untuk melakukan kajian pembangkit hybrid yakni PLTS dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) untuk menekan cost.

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi mengapresiasi kerja keras PLN yang telah dilakukan selama 3 tahun terakhir melistriki 16 pulau di Kepulauan Sumenep. Fauzi menambahkan agar PLN memprioritaskan terlebih dahulu pulau yang terdekat, berpenduduk padat dan telah memiliki aset pembangkit eksisting dari Pemerintah Kabupaten.

“Melalui kesempatan ini, semoga mampu mengkomunikasikan rencana-rencana PLN dan prioritas kami sehingga menjadi pertimbangan untuk mempercepat eletrifikasi, karena kami meyakini keberadaan energi listrik merupakan tonggak pertumbuhan ekonomi suatu daerah, sehingga kesenjangan dapat dientaskan. Untuk pulau yang dekat dan sudah ada eksisting pembangkit seperti Giliraja dan Masalembu mungkin bisa dipertimbangkan dan dicek kondisi mesin, agar bisa dilakukan elektrifikasi dengan pertimbangan pembangkit sudah ada” terang Ahmad Fauzi.