Surabaya, 23 Desember 2021 – Pemerintah kota Surabaya membatasi kegiatan masyarakat antara pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022. Beberapa kegiatan seperti seni budaya dan olahraga yang dapat berpotensi menimbulkan penularan COVID-19 dilakukan tanpa penonton.

Sementara itu juga, berdasarakan Surat Edaran Walikota Surabaya Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 1 COVID-19 serta Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19 Pada Saat Natal Tahun 2021 diantaranya, jam operasional mulai 09.00 – 22.00 waktu setempat dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat untuk pelaksanaan Perayaan Tahun Baru Tahun 2022 dan tempat perbelanjaan dan Mall . Untuk jumlah pengunjungnya sendiri tidak melebihi 75% (tujuh puluh lima persen) dari kapasitas total Pusat Perbelanjaan dan Mall. Selain itu juga, penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk (entrance) dan keluar (exit) dari mall/pusat perbelanjaan serta hanya pengunjung dengan kategori hijau yang diperkenankan masuk.

Sedangkam untuk kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan atau mall dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Untuk pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal pemkot juga menghimbau untuk memperhatikan beberapa ketentuan. Diantaranya adalah Jumlah jemaah yang dapat mengikuti kegiatan ibadah dan Perayaan Natal secara berjamaah atau secara kolektif per sesi tidak melebihi 50% (lima puluh persen) dari kapasitas normal. Dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga. Sedangkan untuk jemaah berusia 60 tahun ke atas dan ibu hamil atau menyusui agar dapat mengikuti ibadah melalui daring dari rumah. Sedangkan untuk jam operasional gereja atau tempat ibadah Natal paling lama sampai jam 22.00 WIB.

Pemerintah Kota Surabaya juga melarang adanya pawai dan arak-arakan Tahun Baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Untuk yang ingin bepergian keluar kota Surabaya, mereka juga dihimbau untuk mengikuti segala ketentuannya seperti, mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, juga harus memenuhi persyaratan perjalanan jarak jauh yang menggunakan alat transportasi umum.

Mereka juga wajib 2 (dua) kali vaksin dan melakukan Rapid Test Antigen 1 x 24 jam. Dan untuk orang yang belum di vaksin dan orang yang tidak bisa di vaksin dengan alasan medis, dilarang bepergian jarak jauh.

Khusus untuk pengaturan tempat wisata, akan diterapkan pengaturan ganjil-genap untuk mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas. Juga pembatasan jumlah wisatawan sampai dengan 75% (tujuh puluh lima persen) dari kapasitas total.

Seluruh kegiatan masyarakat pada tanggal 31 Desember 2021 dibatasi maksimal sampai dengan Pukul 21.00 WIB. Sedangkan untuk kegiatan Rumah Hiburan Umum (RHU) dilarang beroperasi pada tanggal 24 Desember 2021 dan 31 Desember 2021.