Dari hasil penelitian tersebut, Prof. Nugroho menawarkan strategi mencegah financial distress.

“Salah satu strateginya tidak boleh hutang jangka. Perusahaan juga harus melakukan manajemen persediaan atau merekonstruksi persediaanya”, tegasnya.

“Harus ada subsidi pemerintah untuk menggalakkan ekonomi melalui scheduling bahan baku”, tambahnya.

Prof. Nugroho berharap hasil penelitiannya dapat membawa manfaat.

“Mudah-mudahan perusahaan berkaca pada strategi yang saya usulkan, demikian juga pemerintah. Mudah-mudahan dengan strategi ini perusahaan dapat mengatasi financial distress”, harapnya.

Pada kesempatan yang sama, sambutan disampaikan oleh Ketua YPTA Surabaya, Drs. Ec. Mangapul Silalahi, MM. Dalma sambutannya, ucapan selamat diberikan kepada Prof. Nugroho atas capaian sebagai guru besar.

“Kami menyampaikan penghargaan atas kegigihan dan ketabahan Prof. Nugroho dalam mencapai gelar Profesor”, ungkap Drs. Ec. Mangapul Silalahi, MM.

“Semoga keberhasilan meraih guru besar ini dapat menjadi pendorong bagi dosen lainnya untuk meraih jabatan akademik tertinggi”, tambahnya.

Prof.Dr. Tri Ratnawati SE.,MS.,Ak., CA.,CPA bertindak sebagai perwakilan Guru Besar Untag Surabaya juga menyampaikan atas penganugerahan Guru Besar kepada Rektor.

“Selamat kepada Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA. telah menjadi Profesor Untag Surabaya yang ke-18”, ungkapnya.

Sambutan dan ucapan selamat lainnya disampaikan secara daring oleh Menteri Hukum dan HAM RI, Yasona Laoly, Wakil Ketua MPR RI – Dr. Ahmad Basarah, M.H, Kepala LLDIKTI Wilayah VII – Prof. Dr. Suprapto, DEA. Walikota Surabaya – Eri Cahyadi, Bupati Blitar, Rini Syarifah serta Rektor dari perguruan tinggi mitra Untag Surabaya. (LK-Surabaya)