Surabaya, 26 September 2021 – Dalam wisuda ke-123 periode II Semester Genap 2020/2021 ini, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali mengukuhkan sebanyak 1316 wisudawan, terdiri diantaranya dari 39 wisudawan Diploma 3, 1145 wisudawan Strata-1, 94 wisudawan Strata-2, 37 wisudawan Strata-3 pada Sabtu kemarin (24/09/2021). Prosesi pengukuhan wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Untag Surabaya, Prof. Dr. Mulyanto Nugroho, MM., CMA., CPA.

Tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, prosesi wisuda kali ini terlaksana secara hybrid di Gedung Graha Widya lantai 2. Kegiatan dihadiri perwakilan jajaran Rektorat dan Senat dengan
tetap memperhatikan dan menerapkan protokol Kesehatan.

Mewakili peserta wisudawan virtual,
9 wisudawan terbaik menghadiri prosesi wisuda secara langsung. Sementara pada wisudawan yang hadir secara virtual, prosesi simbolis pemindahan tali mortar wisudawan dilakukan oleh orang tua atau wali wisudawan dan dipimpin oleh Rektor.

Wisuda ke-123 Untag Surabaya mengambil tema “Rambate Rata Hayu, Holopis Kuntul
Baris”, slogan yang sering disuarakan oleh Ir. Soekarno, presiden pertama republik Indonesia sebagai seruan semangat dan tekad gotong royong. Pada momen wisuda kali ini, Rektor Untag Surabaya mengajak wisudawan untuk tetap melestarikan budaya gotong royong yang merupakan
warisan budaya adiluhung dan salah satu sarana pemersatu bangsa.

“Jangan biarkan semangat gotong royong luntur, tergerus dengan perkembangan jaman. Tumbuhkan semangat gotong royong dalam gaya modern, yaitu kesadaran dan tanggung jawab
terhadap kepentingan bersama,” tutur Prof. Nugroho dalam sambutannya.

Sikap gotong royong menjadi sikap yang dibutuhkan baik menghadapi pandemi maupun menaklukkan tantangan
bangsa di masa yang akan datang.
Lebih lanjut Prof. Nugroho menyebut Society 5.0 yang erat kaitannya dengan Internet of Things (IoT) menuntut pemuda untuk bergotong royong atau bersinergi dan berkolaborasi. Adanya kolaborasi antar disiplin ilmu dan lintas industri akan menghasilkan karya yang unik dan inovatif.