Surabaya, 23 Agustus 2021 – Aksi berbagi dimasa pandemi terus dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat Surabaya, tak terkecuali kelompok disabilitas. Dengan keterbatasan yang di miliki para penyandang Disabilitas, tak menyurutkan semangat mereka untuk berkontribusi dan ikut berbagi ditengah pandemi. Keterbatasan tak membatasi hati mereka tapi justru menjadi pendorong yang kuat untuk menolong sesama.

Dengan cara sederhana, dengan membagikan masker, sembako, dan wedang pokak menjadi aksi nyata para disabilitas yang tergabung di Jogoboyo Disability Care. Aksi mereka dilakukan di kawasan Klampis Semalang, Surabaya dan menyasar ratusan warga.

Suntoro Dani Ketua Jogoboyo Disability Center menyampaikan, bahwa aksi tersebut murni dilakukan oleh mereka yang menyandang disabilitas untuk masyarakat umum. Bagi Sundoro Dani, keterbatasan yang dia alami bukan kendala untuk berbuat baik untuk sesama.

“Kita tidak ingin bahwa disabilitas menjadi penghalang untuk berbuat baik. Kita juga mampu untuk melalukan apa yang dilakukan oleh mereka yang normal. Berbuat kebaikan tidak harus terhalang dengan kondisi disabilitas,” papar Suntoro Dani penyandang disabilitas tuna daksa.

Selain itu menurut aktivis disabilitas nasional tersebut, yang juga berprofesi sebagai staf notaris di Surabaya ini, bahwa kesan yang ada bahwa mereka yang disabilitas adalah obyek penerima atau pihak yang harus dikasihi. Hal tersebut tidak seluruhnya benar. Mereka pun mampu menggalang bantuan untuk disalurkan. Suntoro Adi juga menambahkan bahwa disabilitas juga bisa menjadi subyek. Dan ini harus dikumandangkan agar disabilitas mempunyai semangat untuk mandiri.