Dmagz.id – Di Indonesia pada masa kampanye politik, agama menjadi komoditas paling laris yang sementara ini selalu dimainkan untuk meraup dukungan massa. Dan, seringkali ini dimainkan dengan ornamen hukum untuk membuat stigma sosial yang negatif karena dibenturkan dengan sesuatu yang sakral menurut hukum sosial yaitu agama, hal yang berhubungan dengan keyakinan, dan kepercayaan masyarakat Indonesia dengan tuhan.

Indonesia yang mayoritas Islam, selalu bisa memainkan isu agama Islam menjadi komoditas utama kampanye dan meraih dukungan.

Salah satu contoh misalnya kasus beberapa hari ini yang sedang hangat diperbincangkan di jagat perpolitikan jelang pilpres 2019. Grace Natalie Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dilaporkan ke Bareskrim Polri Jakarta Pusat, oleh Sekretaris Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Zulkhair, Jumat (16/11/2018). Grace dilaporkan atas dugaan tindak pidana penistaan agama.

Dasar pelaporan ini adalah perkataan Grace Natalie saat peringatan partainya di ICE BSD Tangerang yang keempat, Minggu (11/11/2018). Juga berdasarkan berita online yang tersebar.

Pelaporan ini, dianggap melanggar Pasal 156A KUHP, Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 14 juncto Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.
Dikutip dari kompas.com

Lalu bagaimana komentar Mahfud MD, mantan ketua MK yang juga merupakan salah satu tokoh cendikiawan muslim melihat fenomena ini?

 

Foto : Mantan Ketua MK, Mahfud MD