Dmagz.id – Teror penagihan kartu kredit yang tidak beretika masih saja diberlakukan oleh salah satu Bank BUMN. Bahkan, saat ini pihak ketiga yang mungkin patut diduga memang ditunjuk oleh pihak Bank sudah berani mencatut institusi lain baik yang sama-sama perusahaan BUMN, ataupun swasta. Misalnya BPJS atau JNE (perusahaan ekspedisi), dengan alasan yang dibuat-buat seolah-olah memang dari institusi tersebut dengan beragam alasan yang mengada-ada.

Seperti yang terjadi pada salah seorang warga Surabaya, pada Jumat, (16/08/2019) dimana diteror oleh penagih hutang atau Debt Collector yang melakukan telpon secara terus menerus hingga puluhan kali dan berganti-ganti nomer telepon hingga mencatut beberapa perusahaan lainnya, bahkan menghubungi saudara yang tidak ada kaitannya dengan utang-piutang dan tunggakan kartu kredit tersebut.

“Ini mengganggu sekali, bahkan saudara saya di teror trus menerus hingga di telp ke tempatnya bekerja,” jelas ibu Fiddin kepada Dmagz.id.

Foto : Beberapa nomer telepon yang digunakan oleh penagih hutang (Debt Collector).

Dalam hal tunggakan kartu kredit, sebenarnya sudah ada mekanisme jelas dalam hal penagihannya. Menjadi liar dan sangat mengganggu hingga menyebabkan banyak keluhan dari para debitur karena cara yang dilakukan tidak beretika dan cenderung menggangu aktivitas pekerjaan. Bukan cuma debitur, tapi juga juga merambat ke keluarga dekat, bahkan ke kantor-kantor yang terkait dengan keluarga debitur.

Benarkah pihak Bank tidak bertanggung jawab dengan pola penagihan yang cenderung mengganggu dan tidak beretika?

Dikutip dari media konsumen ada edaran Bank Indonesia terkait beberapa ketentuan dan etika yang perlu diperhatikan oleh Debt Colector (pihak ketiga) serta perlu juga diketahui oleh debitur, adalah sebagai berikut :

Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan sebagai berikut:

1. Debt collector menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit.

Ini berarti debt collector resmi akan selalu dibekali identitas resmi dari bank. Jika debt collector yang menagih Anda tidak memiliki identitas resmi, Anda patut curiga dan segera menghubungi bank penerbit kartu kredit.

2. Dilarang menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit.

Jika debt collector yang menelepon Anda atau menemui Anda mengeluarkan ancaman, kekerasan atau mempermalukan Anda, sebaiknya Anda bersikap tenang dan mengingatkan debt collector untuk tidak melanggar etika penagihan yang ada di dalam aturan BI. Catat saja identitas debt collector, hari dan jam kejadian agar kamu bisa mengingatnya jika sewaktu-waktu dibutuhkan saat Anda melaporkan kasus ini kepada bank penerbit kartu kredit.

3. Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal.

Tekanan disini bisa berarti pemaksaan (pressure) secara fisik maupun lisan. Ini merupakan bagian dilarang dilakukan oleh debt collector.Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit. Debt collector hanya menagih utang kartu kredit kepada pemilik kartu kredit, bukan kepada pihak lain seperti keluarga dekat pemilik kartu kredit.Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu. Misalnya, jika debt collector menagih melalui telepon, sebaiknya penagihan itu dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja yang dinilai tepat untuk menagih, bukan secara terus menerus sepanjang hari.

Jikapemilik kartu kredit sudah merasa terganggu, sebaiknya memberitahu bank penerbit kartu kredit.

4. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit.

Penagihan bisa dilakukan di tempat penagihan yang terdaftar saat mengisi formulir pengajuan kartu kredit seperti di kantor. Penagihan juga bisa dilakukan di tempat tinggal.Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 sesuai wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit. Penagihan di luar tempat penagihan yang ditentukan atau di luar waktu yang telah ditentukan di atas, hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu. Penagihan di luar kantor atau di luar tempat tinggal, atau di luar waktu antara pukul 08.00-20.00 harus atas persetujuan pemegang kartu kredit, tidak boleh datang sewaktu-waktu dan bersifat tiba-tiba.

Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa perusahaan jasa penagihan juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.

LK-Surabaya.